Loading

Thursday, October 21, 2010

Brain Based Writing

Saya sering menemukan orang-orang yang punya keinginan untuk menulis namun selalu merasa kesulitan. Dari pengalaman, tips menulis yang saya didapatkan dari berbagai pelatihan cukup manjur untuk mengatasi kesulitan-kesulitan mereka. Tips ini saya rangkum dan namakan brain based writing (menulis berdasarkan kerja otak).

Seperti yang sudah banyak diketahui orang, kerja otak kanan dan otak kiri berbeda. Otak kanan berfungsi untuk mengolah gambar, imajinasi, warna, irama, ruang dan lain-lain. Otak kiri berfungsi untuk mengolah angka, kata, hitungan, logika, daftar, perincian, dan lain-lain. Nah, kerja kedua belahan otak tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tulisan.

Sesuai dengan kerja otak tersebut, kegiatan menulis dibagi menjadi dua tahap.

Pertama, free writing (menulis bebas). Pada tahap ini kita perlu membebaskan diri dari semua beban. Biasanya ada dua beban yang menghambat seseorang menulis. Pertama, beban aturan-aturan menulis. Dan kedua, beban persepsi bahwa tulisan itu harus bagus seperti karya penulis-penulis hebat. Inti dari free writing ini adalah membebaskan diri kita dari semua beban yang tidak berhubungan dengan ide tulisan.

Kedua, editing (menyunting). Setelah free writing kita perlu melakukan editing. Ada dua target editing. Pertama, menyesuaikan tulisan dengan bentuk baku yang diinginkan. Misalnya kita hendak membuat karya tulis ilmiah. Jenis tulisan ini memiliki kriteria baku yang mungkin saja pada tahap free writing tidak terlalu diperhatikan. Kedua, membuat tulisannya menjadi lebih mudah dibaca, baik dengan menyederhanakan kalimat-kalimat yang rumit atau sekadar memperbaiki tanda baca.

Kebanyakan orang melakukan dua tahap ini dalam satu waktu. Akibatnya baru menulis satu kalimat buru-buru dihapus karena merasa kalimat yang dibuat kurang bagus. Ini yang menyebabkan menulis menjadi sulit. Nah, membagi dua pekerjaan tersebut dalam waktu yang terpisah akan membuat menulis menjadi lebih mudah. Bagi saya sendiri, memahami menulis perlu dilakukan dalam dua tahap sangat membantu saya menulis lebih produktif.

Kedua tahap tersebut, sedikit demi sedikit, akan saya jabarkan pada tulisan-tulisan berikutnya, insya Allah. []

gambar : dokumen pribadi irfan habibie

Sumber : Ruang Muslim

0 comments:

Post a Comment