Kamis, 17 September 2015

Ini Alasan Kenapa Harga Hewan Qurban Naik Tiap Tahun

Posted by Admin on Kamis, 17 September 2015

SPG Hewan kurban cantik
Di bawah terik matahari, Zainal Abidin mulai sibuk bergelut dengan kambing dan sapi. Dari kejauhan, aroma hewan-hewan menusuk hidung. Tali tambang berukuran satu meter terikat kencang di leher hewan-hewan itu. Pemandangan yang selalu terlihat menjelang Lebaran Haji setiap tahun.

Seperti terlihat di sepanjang Jalan Manggarai Utara, Jakarta Selatan. Sejak awal bulan, kambing dan sapi kurban berbaris menjajakan diri di pinggir-pinggir jalan. Hewan kurban yang dijual tidak sembarangan, harus memenuhi hukum Islam. Mulai dari kondisi kesehatan hewan sampai soal usia harus diperhatikan. Hewan yang dijual tidak boleh berusia muda dan terindikasi mengidap penyakit.

Untuk satu ekor kambing, paling murah dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta per ekor. Itu untuk jenis kambing kacang. Sedangkan paling mahal bisa mencapai Rp 4 juta, untuk jenis kambing Garut.
SPG Hewan kurban cantik


Zainal Abidin, salah satu karyawan penjual hewan kurban mengaku, dagangannya didatangkan dari wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Dalam penentuan harga tidak sembarangan. Ada beberapa spesifikasi dan kriteria. Ukuran dan bobot hewan menjadi acuan utama bagi pedagang sebelum membanderol hewan kurban.

"Misalnya ukuran 20 kilogram (Kg) itu paling kecil di kita, harganya bisa Rp 2,5 juta," kata Zainal kepada merdeka.com, Kamis (17/9).

Makin besar berat dan ukuran hewan kurban, otomatis harganya lebih mahal. Lelaki asal Bukit Duri, Jakarta Selatan itu mengaku mempunyai kambing yang berukuran hingga 90 Kg.

Agung Yasin, bos jual beli hewan kurban Hidayah yang berlokasi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, menambahkan, biaya transportasi dan pakan ternak juga menjadi acuan menaksir harga jual.

"Kita menghitungnya, dari transportasi, BBM, petani beri pakan. Itu kan juga naik," ungkap Agung.
Dia mengaku langsung mengambil kambing dan sapi dari sebuah kampung di Semarang, Jawa Tengah. Pria berusia 27 tahun ini mengakui tiap terjadi kenaikan harga jual hewan kurban. Dibanding tahun lalu, kenaikan bisa mencapai Rp 300.000. Salah satunya karena biaya perawatan.

"Memang tidak terlalu naik," jelasnya.

Meski ada kenaikan, pria yang mengaku sudah menjual hewan kurban sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menjamin dagangannya sudah mendapat predikat layak dari pemerintah daerah setempat.

Agung mengklaim harga hewan kurban yang dijualnya masih terjangkau dan tidak menguras kantong. Bila di tempat lain harga kambing paling murah Rp 2,5 juta, Agung berani menjual dengan harga Rp 1,8 juta.

Meski terkesan perang harga, para pedagang menjaga tetap pada koridor harga jual pasar.

"Sesuai pemerintah kan nggak bisa, ya makanya disesuaikan dengan taksiran harga kita," terang Agung.

Masyarakat seolah dipaksa menerima kenaikan harga jual hewan kurban tiap tahun. Padahal, ini bisa saja dicegah jika ada kontrol dari pemerintah untuk memecahkan persoalan utama. (http://www.merdeka.com)


Previous
« Prev Post